Tips Sederhana Bagi Caleg Pada Pemilu 2024

  • Share

Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024 semakin dekat. Jika Anda ingin menjadi calon anggota legislatif (caleg), waktu setahun atau dua tahun bisa dimanfaatkan untuk belajar memantaskan diri.

Memantaskan diri dalam hal apa? Pertama, perilaku. Ingat! Anda tidak bisa tiba-tiba menjadi baik menjelang pemilihan. Anda tidak bisa menjelma jadi super hero atau batman yang bisa memberikan pertolongan tanpa pamrih.

Semuanya harus dimulai dengan proses. Jika Anda tokoh, apapun itu, manfaatkan ketokohan Anda sebagai modal yang oleh John F. Halliweel dalam bukunya Social Capital and Prosocial Behaviour Sources of Well-Being (2001:47) dikategorikan modal sosial.

Jika Anda bukan tokoh, mulailah menyiapkan perangkat sosial sehingga Anda tidak anggap bisa membeli segalanya dalam politik. Perangkat sosial yang Aku maksud adalah membangun hubungan dan kepercayaan dengan masyarakat sekitar sesuai dengan jati diri Anda sendiri.

Kedua, jaringan. Anda akan kesulitan jika tidak dari awal memetakan jaringan yang bisa membantu Anda berjuang. Apakah itu keluarga, teman, sahabat, atau alumni sekolah, Masukan mereka dalam daftar list jaringan.

Percayalah, jaringan Anda tidak seluruhnya bisa mendukung. Bisa jadi menolak atau apatis terhadap politik. Maka dari itu, petakan jaringan sampai ketingkat yang paling masuk akal.

Bisa jadi, saudara yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Anda tidak bisa membantu dan lebih condong dengan caleg lain karena ada polemik belum diselesaikan.

Perbaikilah hubungan antarkeluarga itu dari sekarang. Ingat satu suara menentukan apakah Anda bisa terpilih atau tidak. So, pastikan satu suara itu berasal dari kalangan keluarga dahulu.

Ketiga, keuangan. Mengapa uang aku tempatkan dalam urutan terakhir? Aku percaya uang bukan segalanya dalam politik. Akan tetapi tanpa uang proses pencalonan Anda bisa macet dan mogok di tengah jalan.

Aku ingin memberikan ilustrasi sederhana saja. Berapa banyak orang yang memiliki uang ratusan juga bahkan habis miliaran pada 2019 gagal menjadi caleg jadi? Setelah aku amati, mereka salah mengalokasikan biaya politik.

Kalau biaya politik hanya dipersiapkan untuk penyelenggara demi berbuat curang, sementara ada proses nyata yang melibatkan banyak orang pelitnya minta ampun, itu bisa dikatakan sudah gagal dari awal.

Yang aku maksud adalah, Anda memantaskan diri memersiapkan anggaran pribadi untuk Pileg 2024, benar-benar ditujukan guna meraih pemilih dengan cara-cara demokratis dan bermartabat.

Selain itu, anggaran yang dimiliki benar-benar uang ‘dingin’. Tidak meminjam, tidak jual aset, dan memang dipersiapkan secara khusus untuk tujuan menjadi calon anggota DPR/DPRD.

Bisa dibayangkan, kalau Anda meminjam uang sana sini untuk nyalon, Anda akan kerepotan. Aku percaya, kalau Anda “besar pasak dari pada tiang” saat menjadi caleg, semuanya hanya akan menjadi penyesalan.  

Tapi, jika Anda sudah memiliki alokasi dana itu, Anda bisa menghitung berapa biaya untuk pertemuan dengan masyarakat? Berapa biaya untuk alat sosialisasi? Berapa biaya untuk kampanye? Berapa biaya dana tidak terduga yang dibutuhkan pada hari H?

Berapa nominal dana yang dibutuhkan? Yang jelas Anda harus punya anggaran politiknya dahulu. Berapa pun besarnya simpanan Anda, itulah yang diolah dan dikemas selama proses Pileg berlangsung.

Mungkin Anda tidak percaya dari kisah ini. Dalam hal pembiayaan politik Pileg, ada baiknya belajar dari Yoel Yosaphat (32). Pada Pemilu 2019 meraup 3.321 suara di Dapil 1 Kota Bandung dan duduk sebagai anggota DPRD Kota Bandung dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tahu tidak, saat mau nyalon Yoel hanya memiliki uang Rp3 juta. Ayahnya sudah meninggal, sementara ibunya hanya seorang pensiunan guru SMP.

“Saya duit darimana. Papa saya almarhum, mama pensiunan guru SMP. Ya kurang lebih habis Rp 3 juta-an. Orang-orang banyak yang gak percaya, tapi itu faktanya,” kata Yoel, kepada Kompas.com, 8 Juni 2019 lalu.

Secara kebetulan, Yoel mendapatkan diskon dari pemilik perusahaan digital printing tempat dirinya bekerja. Sehingga alat peraga seperti kartu nama, spanduk dan kalender mendapat diskon dan menghemat anggaran politiknya.

Dari kisah itu, Anda harus yakin bahwa jika melakukan sosialisasi dan silaturahmi dilakukan dalam tempo jangka panjang, satu tahun sebelum Pileg seperti dilakukan Yoel, barangkali ongkos politik bisa lebih hemat.

Tiga hal yang disebutkan tadi menurut hematku multak adanya. Yakinlah persaingan dalam politik tidak akan main-main. Anda lengah kesempatan diambil orang. Salah langkah Anda bisa didahului orang. Artinya, seluruh kerja-kerja politik Anda harus terukur. Termasuk menyiapkan mental juara; siap menang dan kalah.

Baca juga: 4 Kriteria Caleg Apakah Anda Salah Satunya?

3 Cara Sederhana Bagi Caleg Pemilu 2024

Ada tiga 3 tips bagi caleg yang jika dilakukan bisa memberikan dampak positif kepada Anda dibandingkan tidak sama sekali melakukan apa-apa.

1. Lakukan Riset Sederhana

Saranku, sebelum Anda melakukan semua proses tahapan Pileg 2024, sebaiknya melakukan riset di sekeliling Anda. Apa yang masyarakat butuhkan? Berapa target suara yang diperlukan? Cara apa yang efektif meraih simpati sehingga masyarakat mau mendukung?

Tips sederhana riset pileg di Dapil:

  • Apa isu atau kebutuhan masyarakat secara umum di dapil Anda?
  • Dengan cara apa Anda mengemas isu tersebut?
  • Buat tahapan bagaimana menyelesaikan isu tersebut seolah menjadi kebutuhan dari masyarakat di dapil Anda!
  • Fokus satu isu dahulu paling prioritas!

2. Niat Ikhlas Dulu Silaturahmi Kemudian

Aku berkata begitu, karena kebanyakan setiap caleg punya ambisi besar untuk menjadi anggota DPR/DPRD tanpa menghitung kekuatan dirinya sendiri.

Makanya, sangat penting Anda memiliki niat dahulu. Jika seluruh proses politik sudah dilandasi niat kokoh dan tekad yang bulat, semuanya akan dijalani dengan ringan. Meskipun sudah dipastikan dalam perjalanannya nanti banyak menemukan masalah.

Tips sederhana agar yakin menjadi caleg:

  • Minta pendapat isteri / keluarga
  • Minta pendapat dan saran orang terdekat Anda
  • Shalat istikharah meminta pertolongan kepada Allah SWT
  • Jangan memaksa kalau ragu

Nah, jika Anda sudah memiliki niat, buatlah jadwal melakukan anjangsana dengan warga. Anda bisa bersilaturahmi dengan orang-orang, bukan hanya meminta dukungan. Mintalah dengan mereka saran, masukan, termasuk kritik sekalipun.

Posisikan diri Anda sebagai orang yang membutuhkan pertolongan. Jika Anda tokoh masyarakat, berikan harapan kalau Anda berhasil mewakili mereka di dewan akan membuat mereka bangga.

Dalam silaturahmi politik ini, Anda bisa belajar dari Syarif Lutfi Almutahar (27), anggota DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Ia tak memiliki pengalaman politik apapun. Namun, memiliki tekad yang bulat dan tulus untuk mengenalkan diri kepada masyarakat.

“Menurut saya, yang paling penting adalah silaturahmi. Pernah saya dikira minta sumbangan ketika door to door itu,” kata Syarif.

Setahun sebelum pencoblosan, Syarif sudah melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga di sekitar daerah pemilihan. Bahkan, menargetkan dalam satu hari harus bersilaturahmi door to door 30 rumah warga. Dan ternyata hasilnya tak sia-sia bukan?

Tips sederhana skema silaturahmi caleg:

  • Buat daftar harian berapa rumah yang bisa dikunjungi
  • Buat daftar masukan dan saran dari warga
  • Pastikan datang ke rumah warga tepat waktu
  • Buat pertemuan lanjutan jika komunikasi berkembang

3. Miliki Strategi Tidak Dimiliki Lawan Politik

Salah satu yang bisa diterapkan dalam menyusun strategi menghadapi Pileg pada Pemilu 2024 mendatang adalah mengoptimalkan keunggulan apa yang Anda miliki. Apa latarbelakang Anda? Bagaimana Anda bekerja? Bagaimana pula Anda bisa bersaing dengan sesama kompetitor, agar Anda tetap bisa bertahan?

Benar pula kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin, agar setiap kandidat kepala daerah—termasuk juga menurutku para calon legislatif—untuk mencontoh kisah Nabi Yusuf yang diangkat sebagai perdana menteri Mesir oleh Firaun.

Tips seorang caleg menentukan strategi perang:

  • Buat strategi politik sesuai dengan minat Anda
  • Jangan umbar strategi termasuk dengan satu partai sekalipun
  • Buat jadwal evaluasi secara periodik
  • Buat list daftar tokoh di setiap desa/kelurahan
  • Miliki seorang administrator yang mengurus kebutuhan administrasi Anda

Aku rasa, strategi semacam itu bisa diterapkan.Apalagi, kata Roy Marhendra, pemilihan legislatif merupakan pertarungan terbuka. Siapapun boleh menerapkan strategi yang paling cocok.

Roy adalah anggota termuda DPRD Kabupaten Sumedang dari Partai Golkar. Pada Pileg 2019, saat itu dirinya masih mahasiswa semester akhir tapi bisa memeroleh 4.841 suara. Bahkan, melebihi suara Ketua DPD Golkar Sumedang, Sidik Jafar.

Artikel berjudul “Tips Bagi Caleg Pada Pemilu 2024” yang tayang di temangopi.com versi PDF nya bisa diunduh sekaligus sumbernya pada link tautan dibawah ini:

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *