PDIP Tak Ucapkan Ultah Partai Demokrat ‘Marah’?

  • Share

Elit politik Partai Demokrat berpolemik di media gara-gara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak mengucapkan selamat ulang tahun (ultah) Demokrat ke-20 pada 9 September 2021.

Dimana, dalam pidato dua dekade Demokrat tersebut, AHY menyampaikan sikap politik Demokrat selama berkiprah dalam perpolitikan di Indonesia.

Partai Demokrat menyayangkan sikap dari PDIP tersebut, karena dianggap tidak mendidik secara politik akibat silaturahmi mandek.

“Kami tentu menyayangkan tak adanya ucapan dari PDIP. Di Grup WhatsApp Pengurus DPP PD juga ramai mempertanyakan ini ketika pimpinan partai-partai lain telah diputarkan video ucapan selamatnya,” kata Kamhar seperti dilansir CNNIndonesia, Jumat (10/9).

Kamhar membandingkan dengan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin yang tetap mengucapkan HUT bagi Demokrat meski tengah beroposisi dengan pemerintah.

Menurutnya, langkah PDIP itu menjadi tontonan yang tidak mendidik secara politik. Pasalnya, silaturahmi kebangsaan berpotensi mandek karena ketidakdewasaan dan sikap emosional dalam berpolitik.

“Tapi kami tetap berbaik sangka, mungkin permintaan ucapannya tidak sampai, atau karena berbagai kesibukan dan aktivitas sehingga tak sempat dibuatkan video ucapan selamat ulang tahun bagi Partai Demokrat,” kata Kamhar.

Merespon pernyataan tersebut, politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menduga, pihak Partai Demokrat tak ada yang meminta kepada partainya untuk membuat video ucapan selamat HUT tersebut.

“Mungkin dari pihak PD juga enggak ada yang meminta untuk dibuatkan video ucapan selamat, sehingga enggak ada. Tapi, persis saya juga enggak tahu kenapa,” kata Andreas.

Hubungan Demokrat Vs PDI Perjuangan

Merujuk berbagai jejak digital yang dihimpun temangopi.com, hubungan seperti berita diatas, bukanlah untuk yang pertama kali. Hal ini juga tidak lepas dari cerita lama hubungan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati Soekarno Putri yang dianggap kurang harmonis.

2 Maret 2004

Taufik Kemas, mendiang suami Megawati Soekarno Putri dalam bukunya “Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam, 70 Tahun Taufiq Kiemas” menyebut, “Mestinya dia (SBY) datang ke ibu presiden, tanya kok enggak diajak rapat (rapat kabinet), bukannya ngomong di koran seperti anak kecil. Masa, jenderal bintang empat takut ngomong ke presiden,” kata Taufiq.

Kendati begitu Taufiq menyatakan, hubungannya dengan SBY memang sangat dekat. Hal itu bermula sejak Megawati menunjuk SBY sebagai Menkopolhukam. Taufiq yang kala itu berstatus sebagai bapak negara beberapa kali berdiskusi panjang lebar dengan SBY.

9 Juni 2013

Saat menjabat sebagai presiden, SBY memimpin upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pada kesempatan itu, menggenggam erat tangan kanan Megawati dengan kedua tangannya.

“Mendiang Taufiq Kiemas, sahabat saya, juga berusaha untuk memulihkan silaturahmi kami berdua (dengan Megawati), jadi bukannya tidak ada kehendak dari banyak pihak tapi Allah belum menakdirkan,” kata SBY.

17 Januari 2014

SBY menerbitkan buku “Selalu Ada Pilihan” yang salah satu isinya menceritakan hubungan tak sehat dengan Megawati.

22 Januari 2014

Saat hadir di acara Mata Najwa, Megawati menjelaskan ihwal hubungan dengan SBY yang diam-diam mencalonkan diri sebagai presiden.

Menurut Mega, awalnya ada surat dari KPU yang menanyakan apakah ada menteri anggota Kabinet Gotong Royong mencalonkan diri pada emilu Presiden 2004. Jika ada, maka mereka diminta mengurus izin jadwal cuti untuk keperluan kampanye kepada Presiden RI.

Mega akhirnya mengelar rapat kabinet. Dalam rapat itu, Mega bertanya kepada wakilnya, Hamzah Haz yang juga Ketua Umum PPP.  Hamzah menjawab, tidak ada penugasan dari partainya agar mencapreskan diri.

Pertanyaan serupa ditanyakan kepada Menteri Hukum dan HAM yang juga ketua umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan kepada SBY yang menjabat sebagai Menko Polkam. Waktu itu, SBY sedang permisi ke toilet. Ia meminta Hamzah Haz yang menanyakan  kepada Yudhoyono.

Menurut Hamzah Haz, seperti diceritakan Mega, wakil presidennya itu bertanya, apakah betul bapak (SBY) bukan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, tapi juga akan ikut berkampanye karena sudah mendirikan partai?”

Saat itu SBY hanya mengatakan, itu kan dari media. “Nah itulah yang dikatakan beliau (SBY)itu semua berita dari media,” kata Mega. Tak lama setelah itu, Yudhoyono mendeklarasikan pencalonannya sebagai Presiden.

25 Juli 2018

SBY mengakui hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri belum membaik, kendati sudah menjalin komunikasi kurang lebih selama sepuluh tahun.

“Hubungan saya dengan Ibu Megawati, saya harus jujur, memang belum pulih, masih ada jarak,” kata SBY setelah bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

28 Oktober 2019

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan hubungan antara Megawati Soekarnoputri dan SBY masih terjalin dengan baik.

“Baik-baik aja lah. Kenapa, saya sering ketemu, ibu juga ketemu. Kemarin pelantikan juga bareng-bareng,” ujar Puan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Artikel berjudul “PDIP Tak Ucapkan Ultah, Partai Demokrat ‘Marah’? yang tayang di temangopi.com versi PDF nya bisa diunduh sekaligus sumbernya pada link tautan dibawah ini:

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *