20 Tahun Partai Demokrat, Ini 4 Sikap Politik AHY

  • Share

Pada 9 September 2021, Partai Demokrat genap berusia 20 tahun. Dalam dua dekade perjalanan tersebut, partai berbambang mercy yang dipimpin Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menebar tagline “berkoalisi dengan rakyat”.

Sejak dipimpin AHY, partai yang pernah berkuasa selama 10 tahun ini (2004-2014) melakukan perubahan struktrul partai di tingkat pusat. Mayoritas berasal dari kalangan muda. Bahkan, gaya sang ketua umum kelahiran 10 Agustus 1978 ini hampir disetiap kesempatan memperlihatkan jiwa mudanya itu.

Putera sulung SBY tersebut menempatkan Teuku Riefky Harsya (48) tahun sebagai sekretaris jenderal. Saat era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), politisi asal Aceh ini jarang tampil di layar kaca dan media. Padahal, sudah 4 periode menjadi anggota DPR RI.

Sebelum terjun ke dunia politik, Riefky Harsya banyak menghabiskan waktu sebagai profesional. Bahkan, diusia yang masih sangat muda (22–32 tahun), sempat menjadi direksi di beberapa anak perusahaan milik Investment Group (Tbk) era 1990-an.

Partai Demokrat yang dipimpin alumni US Army Command and General Staff College juga menghadapi tekananan politik dari kadernya yang menggagas Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang. Mereka memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

7 Kader Partai Demokrat yang Dipecat

NamaJabatan
Marzuki AlieMantan Ketua DPR RI (2009—2014)
DarmizalMantan Ketua Komisi Pengawas DPP PD (2015—2020)
Ahmad YahyaMantan Ketua Komisi Pengawas DPP PD (2015—2020)
Yus SudarsoMantan Angggota DPR RI (2014—2019)
Tri YuliantoMantan Anggota DPR RI (2009—2014)
Jhoni Allen MarbunMantan Waketum DPP PD (2010—2015)
Syofwatillah MohzaibMantan Wasekjen PD (2010—2015)
Berbagai Sumber

Namun, pada 5 Maret 2021 kepengurusan Partai Demokrat versi Moeldoko ditolak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Alasan pemerintah menolak mengesahkan Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang karena hasil verifikasi terhadap seluruh kelengkapan dokumen fisik belum terpenuhi seluruhnya.

Meskipun Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang ditolak Kemenkum HAM, para kader yang sudah dipecat AHY terus bergerak. Apalagi, mereka diatas angin setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak gugatan yang diajukan AHY terkait aktivitas penyelenggaraan KLB di Deli Serdang tersebut.

Dalam putusan yang dibacakan pada 12 Agustus 2021, Majelis Hakim yang dipimpin Syaifudin Zuhri, menyatakan putusan perkara Nomor 236/Pdt.G/2021/PN.JKT.PST tidak dapat diterima karena AHY sebagai penggugat tidak pernah menghadiri sidang mediasi.

“Memutuskan gugatan (AHY) tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard),” ujar Majelis Hakim dalam putusannya.

20 Tahun Demokrat, Ini Sikap Politik AHY

Dalam momentum peringatan dua dekade Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono meluapkan kegelisahan yang dinyatakan dalam sikap politik melalui pidato secara virtual  Kamis, 9 September 2021yang dirangkum temangopi.com sebagai berikut:

1. Tudingan Demokrat Hanya Cari perhatian

“Walaupun ada sebagian kalangan yang menyerang dengan tudingan, Demokrat hanya mencari perhatian dan keuntungan politik dalam situasi yang tidak normal, tapi kami tidak gentar.”

Sikap politik tersebut, bukan tanpa alasan. Menurut AHY, partainya tidak pernah lelah menyampaikan kritik konstruktif. Baik melalui parlemen maupun di ruang-ruang publik.

Menurut AHY yang juga pendiri The Yudhoyono Institute, ada alasan mengapa Partai Demokrat tegas menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang dianggap tidak relevan. Atau tidak ada urgensinya di tengah situasi pandemi. Seperti RUU Minerba, RUU Haluan Ideologi Pancasila, dan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Partai Demokrat hanya ingin pemerintahan yang sedang berjalan saat ini sukses. Sebab, kalau pemerintahnya sukses, maka negara dan rakyat akan selamat.

Sayangnya, niat baik seperti itu seringkali disalahartikan. Pandangan atau masukan kritis dianggap sebagai bentuk serangan atau gangguan untuk kepentingan politik tertentu.

2. Masukan Dianggap Perlawanan

“Yang tidak ‘Merah Putih’ adalah mereka yang hanya berdiam diri, ketika tahu ada yang keliru di negeri ini; atau mereka yang hanya berdiam diri, menunggu pemimpinnya berbuat salah, dan negaranya gagal.”

Dalam pidato politiknya, mantan Komandan satuan elit pengamanan di Ibukota Negara bernama Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning ini menganggap, lebih menyakitkan, jika setiap masukan dan pandangan yang berbeda, dianggap sebagai bentuk perlawanan; dianggap tidak ‘Merah Putih’.

Untuk diketahui, AHY yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Sylviana Murni, memang kerap mengritik pemerintahan Jokowi. Baik diperiode pertama bersama Jusuf Kalla maupun saat periode kedua Jokowi dengan wakil presiden Maruf Amin.

Pada 9 Juni 2018 saat masih menjabat Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, AHY menyampaikan orasi bertajuk “Mendengar Suara Rakyat” yang isinya mengritik pemerintahan Jokowi-JK antara lain:

Isu yang DikritikKritikan AHY
Daya beli masyarakat menurunMeskipun angka-angka indikator makroekonomi relatif baik, kenyataan di lapangan berbeda. Hampir di setiap tempat, yang di datangi rakyat berteriak soal harga-harga kebutuhan pokok naik dan barang-barang makin mahal.
Kenaikan tarif listrikPencabutan subsidi listrik untuk golongan 900 VA berdampak terhadap hampir 19 juta pelanggan rumah tangga. Ini tentu, secara langsung berpengaruh terhadap daya beli rakyat.
Lapangan Pekerjaan sulitSecara kuantitas, lapangan kerja yang tercipta setiap tahun belum bisa mengimbangi  jumlah pencari kerja baru. Dalam hal kualitas angkatan kerja, masih punya PR besar, dimana 50 juta orang lebih berpendidikan sekolah dasar.
Tenaga kerja asingKaum buruh dan pekerja yang ditemui mengritik Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Aturan itu kurang berpihak pada mereka. Saya melihat sendiri, betapa banyak TKA yang bekerja di Sulawesi Tenggara.
Revolusi mentalProgram Revolusi Mental tampak sedikit tersisih dengan pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintah. Ketika pemerintah berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lain, lantas “Apa kabar, Revolusi Mental?”
Sumber: Kompas.com 11 Juni 2018

Selain kritikan saat Pemerintahan Jokowi-JK, AHY juga mengritik pemerintahan Jokowi soal penanganan Covid-19 dan memertanyakan sampai kapan Indonesia akan mengalami kondisi ini.

Menurut AHY, status upper dan lower tak perlu dipersoalkan karena yang lebih penting saat ini adalah menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.

“Masalah gentingnya, bukan di mana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari Covid-19?” tulisnya melalui akun twitternya, 7 Juli 2021.

3. Jangan Takut Hadapi Buzzer

“Kita harus waspada dan kita harus berani, tegar, untuk menghadapi itu semua karena kita ingin menjadi garda terdepan dalam merawat dan memperjuangkan demokrasi hari ini dan 20 tahun selanjutnya.”

Buzzer oleh kakak dari Edhie Baskoro Yudhoyono ini disebut sebagai pendengung politik di media sosial, sebenarnya adalah perusak demokrasi dan telah memecah belah bangsa. Buzzer merupakan salah satu dampak negatif dari media sosial.

Pekerjaan utama mereka adalah memroduksi dan menyebarluaskan hoaks, melakukan politik fitnah, kampanye hitam, membunuh karakter, serta bentuk disinformasi lainnya.

“Termasuk menyerang Partai Demokrat, termasuk untuk membungkan suara kita dan membungkan suara rakyat juga sebenarnya,” ujar AHY.

4. Soal Kudeta Terhadap Partai Demokrat

“Para perusak demokrasi masih berupaya menggugat dan membatalkan keputusan Pemerintah melalui jalur PTUN, termasuk kemungkinan judicial review melalui Mahkamah Agung.”

Menurut AHY, Moeldoko Cs sebagai perusak demokrasi. Ia pun  mengingatkan kadernya untuk mewaspadai ancaman kejahatan politik yang dapat memecah belah keutuhan partai.

AHY juga meminta dukungan organisasi masyarakat sipil dan rakyat Indonesia untuk turut mengawasi penyelesaian gugatan KLB di PTUN serta kasus hukum terkait lainnya.

Artikel berjudul “20 Tahun Partai Demokrat, Ini Sikap Politik AHY” yang tayang di temangopi.com versi PDF nya bisa diunduh sekaligus sumbernya pada link tautan dibawah ini: 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *