Ganjar Pranowo ‘Berlari Kencang’ Puan Maharani di Belakang

  • Share

Puan Maharani dan Ganjar Pranowo merupakan kader terbaik PDI Perjuangan. Hubungan mereka nampak baik-baik saja. Tapi, mulai akhir Juni, lini masa ramai memerbincangkan ‘perseteruan’ mereka. Bahkan jadi topik hangat di berbagai media massa.

Sebenarnya ada apa antara Gubernur Jawa Tengah dengan Ketua DPR RI itu? Menurutku, hubungan antara Ganjar dan Puan harus dilihat dari tiga hal. Mari kesampingkan dulu apa yang sudah diberitakan dan apa yang sebetulnya terjadi.

Pertama, saat masa pandemi mungkin PDI Perjungan yang masih bisa ‘menari’ dalam isu-isu politis di pentas politik nasional. Sementara partai lain, sibuk dengan kegiatan sosial untuk menarik simpati saat pandemi.

Tapi mengapa, isu Puan-Ganjar lebih populer dari pada bagi-bagi masker atau bantuan sosial oleh partai lain termasuk oleh PDI Perjuangan sendiri?

Kedua, jauh sebelum polemik ini muncul, karena aku kebetulan sering membaca berita politik, Ganjar Pranowo sudah pasti lebih banyak diperbincangkan orang khususnya di dunia maya. Termasuk juga keingintahuan orang dengan mengetikkan keyword di google.

Saat artikel ini dibuat pada 13 Agustus 2021, keingintahuan orang terhadap Ganjar Pranowo dan Puan Maharani terbilang cukup tinggi. Untuk Ganjar misalkan, dalam 0,48 detik tercatat jumlah pencarian mencapai 5.400.000. (lihat screen capture).

Capture Temangopi.com

Begitu juga terhadap Puan. Dalam 0,57 detik tercatat jumlah pencarian mencapai 9.340.000. Bahkan, pada 12 Agustus, biografi Puan Maharani di Wikipedia baru saja mengalami pembaharuan sehingga bisa jadi lebih lengkap dari sebelumnya. (lihat screen capture).

Capture Temangopi.com

Dari dua hal diatas, aku melihatnya bahwa polemik antara Ganjar dan Puan sama sekali tidak akan merugikan PDI Perjuangan. Misalkan nanti yang dicapreskan partai berlambang banteng itu anak kandung Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, maka resikonya akan kembali kepada partai sendiri. Sebaliknya juga jika yang dicapreskan Ganjar.

Andai terjadi PDI Perjuangan menyapreskan Puan Maharani akan lebih berat untuk mengomunikasikan menjalin koalisi dengan partai lain. Meskipun bisa berdiri sendiri mencalonkan calon presiden, tetap saja butuh yang namanya bantuan bukan?

Tapi beda halnya jika yang dicalonkan Ganjar. Semuanya akan lebih mudah. Apalagi, dari berbagai hasil survei, politikus kelahiran 28 Oktober 1968 ini selalu menempati posisi paling atas.

Ketiga, ada yang harus dicatat juga bahwa ‘polemik’ antarkader partai di Indonesia ini sudah amat lumrah. Rata-rata berakhir dengan happy ending. Seperti dulu Golkar antara Setya Novanto dengan Agung Gumelar saat memperebutkan kursi ketua umum.

Aku berkeyakinan, hubungan yang tidak baik antara Puan dan Ganjar akan islah pada waktunya. Apalagi, saat Pilpres 2024 sudah dekat. Aku yakin PDI Perjuangan tidak akan mengambil resiko hanya mengurus dapurnya sendiri.

Awal Mula ‘Bara Api’ Ganjar-Puan Menyala

Dari berbagi sumber yang aku baca, awal mula kisruh antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani dimulai pada 22 Juni 2021. Ketika itu, di kantor DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Panti Marhaen Semarang ada acara HUT PDI Perjuangan ke 49.

Tapi hajatan itu tak di hadiri oleh Ganjar Pranowo. Karena tak diundang, ia malah bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan menyerahkan lukisan titipan dari pelukis Joko Susilo.

Puan Maharani dalam acara itu menyebut, pemimpin harus yang memang dilihat oleh teman-teman seperjuangan dan turut turun bersama dengan para pendukungnya di lapangan bukan di media sosial.

Bahkan, Puan mengingatkan semua kader PDIP di Jateng untuk berjuang secara riil. Apalagi jika kader tersebut saat ini menduduki jabatan sebagai pemimpin, maka perjuangan di lapangan sangat dibutuhkan.

“Sosmed memang diperlukan, namun dalam berjuang, jangan hanya berhenti di sosmed saja. Sosmed diperlukan, media perlu, tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan,” kata Puan.

Ia menegaskan, jika kader PDI Perjuangan yang terlihat diam itu jangan dinilai tidak siap dalam menyambut kontestasi pemilu kedepan. Namun mereka mematuhi aturan partai yang mesti tegak lurus dengan perintah ketum.

“Kita diem-diem saja kaya ndak siap. Kita Siap! Hanya, kita itu partai yang tegak lurus pada aturan. Dan saya yakin bahwa bapak dan ibu ini pasti akan ikut pada arahan yang akan diputuskan pada saatnya nanti,” tegasnya.

Sementara, Ketua PDIP Jateng Bambang Wuryanto menyatakan, ketidakhadiran Ganjar Pranowo karena memang tidak diundang.

“Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter,” katanya.

DPD PDI Perjuangan Jateng berseberangan dengan Ganjar Pranowo perihal langkah pencapresan 2024. DPD PDI Perjuangan Jateng dengan terang-terangan menyebut, Ganjar terlalu berambisi maju nyapres sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Elektabilitas saat ini, kata dia, belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran Pilpres yang sesungguhnya. Elektabilitas saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan medsos. Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.

Hasil Survei Terbaru Ganjar Vs Puan Maharani

Survei Charta Politika menggelar survei pada 12 – 20 Juli 2021. Terdapat 1.200 responden yang diwawancarai secara tatap muka dengan metode multistage random sampling dan margin of error plus minus 2,8%.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam paparan hasil hasil survei Kamis (12/8/2021) menjelaskan dengan hasil sebagai berikut:

1. Ganjar Pranowo 20,6 Persen

Dari survei Charta Politika menunjukkan, dalam simulasi 10 nama tokoh, Ganjar Pranowo berada di posisi teratas dengan 20,6 persen. Disusul Anies Baswedan (17,8 persen) dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto 17,5 persen.

Setelah itu, Sandiaga Uno (7,7 persen), Ridwan Kamil (7,2 persen), Ketua Umum AHY (4,2 persen), Tri Rismaharini (3,6 persen), Erick Thohir (1,8 persen), Ketua DPR RI Puan Maharani (1,4 persen), dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (1,0 persen).

Ketika calon presiden dikerucutkan lagi, Ganjar unggul dengan 23,3 persen, Anies (19,8 persen), Prabowo Subianto (19,6 persen), Sandiaga Uno (8,4 persen), Ridwan Kamil (8,2 persen) dan yang tidak menjawab sebanyak 20,7 persen.

2. Ganjar Kuat di 6 Provinsi

Menariknya dari hasil survei juga, Anies Baswendan hanya kuat di Sumatera, DKI Jakarta, dan Banten. Sementara Ganjar Pranowo kuat di Jawa Tengah, DIY, Jatim, Bali, NTB dan NTT. Adapun Prabowo kuat di Jawa Barat.

Anies unggul di konstituen NasDem, PKS, Hanura, PBB, dan PAN. Sedangkan Ganjar unggul di konstituen PDI Perjuangan (PDIP). Sebanyak 44,7 persen konstituen PDIP menyatakan memilih Ganjar apabila pemilu dilakukan hari ini.

Selain itu, AHY diusung kuat oleh 35,4 persen konstituen Partai Demokrat. Prabowo Subianto diusung penuh Partai Gerindra, ditambah PPP, dan Partai Gelora.

Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno juga membuat kejutan karena ternyata mampu merebut hati konstituen Partai Golkar untuk menjadi calon presiden pilihan.

3. Elektabilitas Ganjar Kalahkan Prabowo Subianto

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, masih merujuk survei Charta Politika, berada di posisi tertinggi yakni 16,2%, mengalahkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 14,8%.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,6%, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (5,4%), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (4,6%) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,9%).

“Saya bisa pertanggungjawabkan data mas Ganjar memang nomor satu secara statistik. Tetapi Anies dan Prabowo masih dalam selisih margin of error,” ujar Yunarto.

Kemudian di posisi berikutnya Sandiaga Uno (7,7), Ridwan Kamil (7,2%), AHY (4,2%), Tri Rismaharini (3,6%), Erick Thohir (1,8%), Puan Maharani (1,4%), dan Airlangga Hartarto (1%).

Selanjutnya dilakukan simulasi lagi terhadap lima nama. Hasilnya Ganjar tetap unggul dengan 23,3%, Anies (19,8%), Prabowo (19,6%). Posisi berikut Sandiaga Uno (8,4%), Ridwan Kamil (8,2%), dan tidak menjawab (20,7%).

Dari beberapa penjelasan diatas, maka judul artikel ini aku beri judul Ganjar Pranowo Berlari Kencang, Puan Maharani Masih Di Belakang karena merujuk hasil survei seperti yang sudah disebutkan diatas.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *