Bupati Puput dan Hasan Diduga Cari Cuan Dari Jual Beli Jabatan

  • Share

Dugaan Korupsi Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, anggota DPR dari Partai NasDem menambah daftar panjang korupsi politik di Indonesia.

“Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan?”

Pertanyaan itu, ingin aku tujukan kepada Bupati Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin. Keduanya diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan di rumahnya Jalan Raya Ahmad Yani, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, 30 Agustus 2021.

Padahal, baru empat bulan lalu, tepatnya 10 Mei 2021, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat juga ditangkap KPK dalam dugaan suap jual beli jabatan kades dan camat.

Mengapa Puput Tantriana Sari Terlibat Korupsi?

Dari penelusuran temangopi.com, ada fakta integritas yang dibuat oleh Bupati Probolinggo untuk mencegah terjadinya korupsi melalui Peraturan Bupati Probolinggo Nomor : 42 Tahun 2017 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pakta Integritas Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Namun, peraturan bupati tersebut hanyalah formalitas. Belum membumi seutuhnya di kalangan pejabat Pemkab Ponorogo khususnya mereka yang terjerat korupsi dugaan jual beli jabatan.

Point kedua dalam fakta integritas sangat jelas: “Tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”

Namun, fakta integritas itu, citranya dirusak sendiri oleh sang bupati dan suaminya. Aku tak habis pikir, mengapa Bupati Puput dan suaminya Hasan bisa terlibat perbuatan korupsi.

Dari segi materi, aku rasa sudah lebih dari cukup. Gaji, tunjangan dan fasilitas lainnya sudah disiapkan Negara agar bisa fokus bekerja menjadi pelayan masyarakat dan memajukan daerah.

Seperti menuntaskan kemiskinan yang saat artikel ini dibuat masih tinggi. Menurut data BPS Probolinggo sampai 2020, jumlah penduduk miskin mencapai 218,35 ribu jiwa dengan presentase penduduk miskin sebesar 18,61%. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2019.

Selain itu, dari sisi penghasilan, orang nomor satu di kabupaten dengan ibukota Kraksaan itu, aku rasa tak akan kurang. Dengan masa jabatan satu periode penuh (2013-2018) dan sedang menjabat kedua kalinya (2018-2023), pundi-pundi duniawi Puput Tantriana Sari melimpah ruah dan selayaknya patut untuk disyukuri.

Baca juga: Biaya Pilkada Mahal dan Mental Balik Modal

Bahkan, jika menilik kekayaan perempuan pemilik hoby membaca, memasak, menyulam, yoga dan bersepeda itu nilainya puluhan miliar. Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 26 Februari 2021, total asset berupa tanah, bangunan dan kas lainnya sebagai berikut:

NoJenis KekayaanHarga
1Tanah 1660 m252.500.000
2Tanah 487 m231.500.000
3Tanah 880 m2157.500.000
4Tanah 325 m278.750.000
5Tanah 568 m252.500.000
6Tanah 1860 m252.500.000
7Tanah 550 m2105.000.000
8Tanah 749 m231.500.000
9Tanah 516 m226.250.000
10Tanah bangunan Seluas 1074 m2/500 m21.575.000.000
11Mobil Nissan Juke Minibus 2011100.000.000
12Harta Bergerak Lainnya797.165.100
13Surat Berharga4.500.000.000
14Kas dan Setara Kas2.459.101.806
15Total Kekayaan Bupati Puput Tantriana Sari10.019.266.906
Sumber : LHKPN via Detikcom

a. Puput Tantriana Sari Bupati Termuda

Dengan karir politik instan dari seorang staf di BPD Jawa Timur (2004-2008), Puput tiba-tiba bak roket yang melesat tinggi. Jika merujuk Model BB.2 KWK berisi riwayat hidup yang diserahkan ke KPU saat Pilkada, Puput tidak memiliki pengalaman organisasi sebelumnya.

Jabatan organisasi yang diemban, semuanya dijabat pada periode 2008-2013, saat dirinya mendampingi Hasan Aminuddin sebagai Bupati Probolinggo. Saat usia 29 tahun dinobatkan jadi bupati termuda se-Indonesia saat dilantik jadi orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo pada 20 Februari 2013.

Dengan memborong semua partai politik seperti PDIP, PKB, PKPB, PKNU, Gerindra, Republikan, Barnas, dan PAN serta 16 partai non-parlemen, perempuan pemilik motto hidup “Keep Shobr Keep Shalawat” itu memenangkan Pilkada Probolinggo 2013 bersama wakilnya Ahmad Timbul Prihanjoko.

Berdasarkan Keputusan KPU Probolinggo Nomor 60/Kpts/KPU Kab014.329863/2012, Puput-Timbul meraih suara terbanyak yang bisa dalam tabel dibawah ini:

NoPasangan CalonPerolehan Suara
1Puput Tantriana Sari Dan Drs. H. Ahmad Timbul Prihanjoko250.892 (40,7%)
2Salim Qurays, S.Ag dan Agus Setiawan,S190.702 (30,9%)
3Drs. H. Kusnadi, M. Si dan Drs. H. Wahid Nurahman, M.Si174.596 (28%)
Sumber : Situs KPU Ponorogo

Kemenangan itu sempat menjadi sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, pada 13 Desember 2012, gugatan paslon nomor 3 Kusnadi-Wahid ditolak melalui putusan Nomor 92/PHPU.D-X/2012. yang diketuai Mahfud, MD.

Kemudian, pada Pilkada 2018 masih dengan pasangan lama, politisi kelahiran Ponorogo 23 Mei 1983 ini, maju kembali diusung oleh partai politk seperti Gerindra, PDIP, PPP, NasDem, dan Golkar.

Dari total 599.810 suara sah, Puput-Timbul menumbangkan paslon dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat H Abdul Malik Haramain, M.Sc-H Mohammad Muzayyan, M.HI dengan perolehan suara sebagai berikut:

NoPasangan CalonPerolehan Suara
1Puput Tantriana Sari Dan Drs. H. Ahmad Timbul Prihanjoko345.473 (57,60%)
2Salim Qurays, S.Ag dan Agus Setiawan,S254.337 (40,44%)
Sumber : Situs KPU Ponorogo

b. Puput Tantriana Jadi ‘Boneka” Suaminya

Aku tertarik dengan pernyataan sumber seperti dikutip CNNIndonesia, Senin (30/8) yang menyebut, bahwa dugaan suap yang menimpa Bupati Puput Tantriana Sari karena menjadi ‘boneka’ suaminya Hasan Aminuddin.

“Jual beli jabatan Pj Kades. Tiap calon Pj Kades dimintain duit. Bupatinya ini ‘boneka’, suaminya yang aktif. Soal kades, ada 252 kades, satu kades temuan awal dimintai Rp20 juta,” ucapnya.

Pernyataan itu selaras dengan kronologis penangkapan Bupati Tantri dan Hasan. Jika dianalisis, terjadinya dugaan suap yang melibatkan isterinya Bupati Puput Tantriana Sari, karena peran Hasan sangat dominan. Padahal, ia tidak memiliki kewenangan membubuhkan paraf sebagai tanda bukti persetujuan mewakili isterinya Puput selaku Bupati.

Hasan sejatinya menjadi teladan bagi isteri dan enam anaknya, Faradina Salamah, Muhammad Ichsan Sani, Daffa Taaj Mulkil Akbar, Athaya Kahfi Mulkik Akbar dan anak dari isteri pertamanya, Dian Prayuni yaitu: Dini Rahmawati dan Zulmi Noor Hasani.

Dengan jabatan yang diemban sekarang, dia bisa menjaga kehormatan keluarga, lembaga DPR dan partainya tempat bernaung. Apalagi, di Partai NasDem dirinya menjabat sebagai Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat. Tentu, lebih tahu hukumnya melakukan suap dalam tinjauan agama.

Baca juga: Korupsi Politik Anggota DPR Meskipun Gaji Besar

Sebelum menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem memulai karir politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Persatuan Pembangunan (1992 – 1998).

Setelah itu, alumni Universitas Merdeka Malang ini pindah partai ke Partai Kebangkitan Bangsa dan menjadi Ketua DPRD Probolinggo (1999 – 2003). Habis menjadi wakil rakyat, naik pangkat menjadi Bupati Probolinggo selama 10 tahun (Peiode 2003 – 2008 dan 2008 – 2013).

c. Paraf Hasan Aminuddin Hukumnya ‘Wajib’

“Saya telah berkomitmen bahwa PNS tidak diperkenankan menyalonkan diri menjadi kepala desa dan itu merupakan sebuah keputusan. Kalau mempunyai keinginan bulat untuk menyalonkan diri menjadi kepala desa, maka harus mengikuti aturan dan ketentuan yaitu mengundurkan diri dari PNS.”

Itulah ungkapan terakhir Hasan Aminuddin sebelum ditangkap KPK saat pertemuan dengan kades terpilih dan beberapa kades yang bakal purna tugas. seperti dikutip Bangsa Online, 8 Agustus 2021. Ungkapan tersebut tidak ada yang salah. Tapi, praktek di belakangnya jauh panggang dari api.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan, pemilihan kades serentak tahap II di wilayah Kabupaten Probolinggo awalnya diagendakan pada 27 Desember 2021 mengalami pengunduran jadwal. Adapun, terhitung 9 September 2021 terdapat 252 kepala desa dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo selesai menjabat.

Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa tersebut, maka akan diisi oleh penjabat kepala desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo yang pengusulannya melalui camat.

Nah, menurut Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, calon pejabat kepala desa yang dari ASN itu wajib mengantongi paraf atau tanda tangan Hasan Aminuddin sebagai ‘tiket’ sebagai kepanjangan tangan dari istrinya, Puput Tantriana Sari selaku Bupati Probolinggo

“Ada persyaratan khusus di mana usulan nama para pejabat kepala desa harus mendapatkan persetujuan HA dalam bentuk paraf pada nota dinas pengusulan nama sebagai representasi dari PTS dan para calon pejabat kepala desa juga diwajibkan memberikan dan menyetorkan sejumlah uang,” kata Alexander, Selasa (31/8/2021).

Adapun, harga ‘tiket’ untuk menjadi pejabat kepala desa di Probolinggo Rp20 Juta. Tak hanya itu, para calon kepala desa juga diminta agar memberikan upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp5 per hektar.

Harga yang dipatok untuk menjadi kades di Probolinggo itu, diduga berasal dari Hasan Aminuddin melalui para camat.

“Diduga ada perintah dari HA memanggil para camat untuk membawa para kepala desa terpilih dan kepala desa yang akan purnatugas. HA juga meminta agar kepala desa tidak datang menemui HA secara perseorangan akan tetapi dikoordinir melalui camat,” jelas Alexander Marwata.

Hasan Aminuddin disebut telah mengantongi uang sebesar Rp112,5 juta diduga hasil jual-beli jabatan kepala desa di Probolinggo.

Kini, semua angan-angan menikmati surga duniawi ‘habis’ dalam semalam. Meskipun, bagi Hasan barangkali, semuanya masih bisa berakhir dengan happy ending mengingat harta kekayaannya masih melimpah ruah seperti dilansir dari LHKPN yang ia laporkan pada

NoJenis KekayaanHarga
1Tanah 487 m230.000.000
2Tanah 880 m2150.000.000
3Tanah 325 m275.000.000
4Tanah 1860 m250.000.000
5Tanah 1660 m250.000.000
6Tanah 8500 m2150.000.000
7Tanah 7960 m2150.000.000
8Tanah 516 m225.000.000
9Tanah 749 m230.000.000
10Tanah 550 m2100.000.000
11Tanah 568 m250.000.000
12Tanah dan Bangunan 1074 m2/500 m21.500.000.000.
13Mobill Nissan Juke Minibus Tahun 2011180.000.000
14Harta Bergerak Lainnya766.036.900
15Surat Berharga2.000.000.000
16Kas dan Setara Kas2.019.600.636
 Total Kekayaan Hasan Aminuddin7.325.637.536
Sumber : LHKPN Via Detikcom

Namun, yang sudah pasti statusnya sebagai anggota DPR terancam hilang. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali pada 30 Agustus 2021 sudah memberikan ultimatum untuk segera mengundurkan diri.

“Sebagai anggota DPR, kita semua punya dan telah menandatangani pakta integritas. Jika ada kasus hukum, pada posisi penangkapan, apapun itu, meski belum dinyatakan sebagai tersangka maka yang bersangkutan langsung mengundurkan diri,” ujarnya.

Baca juga : Ketua Umum Partai Politik Menua di Penjara Karena Korupsi

Kronologis Kasus Bupati Probolinggo Puput – Hasan

29 Agustus 2021

KPK menerima laporan dari masyarakat soal dugaan suap yang dilakukan Doddy Kurniawan dan Sumarto. Keduanya telah menyiapkan proposal usulan nama calon pejabat kepala desa serta menyepakati sejumlah uang untuk diserahkan kepada Hasan Aminuddin terkait seleksi dan pembubuhan paraf sebagai tanda bukti persetujuan yang mewakili Puput selaku Bupati.

Dari tangan Doddy dan Sumarto ada uang sebesar Rp240.000.000 dan proposal usulan nama untuk menjadi pejabat kepala desa yang diduga berasal dari para ASN di Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang menginginkan posisi kepala desa.

Sementara dari Camat Paiton Muhamad Ridwan ditemukan uang sebesar Rp112.500.000 yang diamankan di rumah pribadinya wilayah Curug Ginting, Kecamatan Kanigarang, Kabupaten Ponorogo.

30 Agustus 2021

KPK baru menangkap anggota DPR RI dari Partai NasDem Hasan Aminuddin, Bupati Probolinggo, Hary Tjahjono, dan dua orang ajudan bernama Fasial Rahman dan Pitra Jaya Kusuma di Jalan Ahmad Yani, Probolinggo.

31 Agustus 2021

KPK menetapkan 20 sebagai tersangka. Baik sebagai pemberi suap maupun sebagai penerima suap. Dari keterangan Pers Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih, Selasa (31/8/2021) berikut daftarnya.

Tersangka Pemberi Suap

SumartoJelani
Ali WafaUhar
MawardiNurul
MalihaHadi
Mohammad BambangNurul Huda
MasruhenHasan
Abdul WafiSahir
Kho’imSugito
Akhmad SaifullahSamsudin
Sumber : Ket. Pers KPK 31 Agustus 2021

Pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Tersangka Penerima Suap

NamaJabatan
Puput Tantriana SariBupati Probolinggo
Hasan AminuddinAnggota DPR RI dari NasDem
Doddy KurniawanCamat Krejengan
Muhamad RidwanCamat Paiton
Sumber : Ket. Pers KPK 31 Agustus 2021

31 Agustus 2021

Bupati Puput Tantriana Sari ‘dipecat’ dari jabatannya digantikan Timbil Prihanjoko.Timbul diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) sampai akhir masa jabatan pada tahun 2023 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Timbul menjadi plt Bupati Probolinggo berdasarkan surat nomor 131/1005/011.2/2021 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Probolinggo dan Surat Mendagri tanggal 31 Agustus 2021 Nomor : 131.35/5597/OTDA perihal Penugasan Wakil Bupati Probolinggo selaku Pelaksana Tugas Bupati Probolinggo.

Timbul berjanji akan membereskan penjabat kepala desa agar tidak terjadi kekosongan. Masa jabatan 252 kepala desa di 24 kecamatan akan segera berakhir pada 9 September 2021.

3 September 2021

KPK menggeledah rumah pribadi dan rumah dinas Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. KPK mengamankan beberapa bukti berupa dokumen, bukti elektronik, dan sejumlah uang.Penggeladahan serupa dilakukan di tiga lokasi yaitu kantor bupati, kantor Camat Krejengan, dan kantor Camat Paiton.

4 September 2021

KPK juga menggeledah rumah dua anak Hasan Aminuddin, Dini Rahmawati dan Zulmi Noor Hasani buah pernikahannya dari istri pertama, Dian Prayuni. Dengan  mengendarai 2 mobil, setelah melakukan penggeledahan petugas KPK keluar membawa koper.

Baca juga : Skenario Dinasti Politik di Kabupaten Probolinggo

Artikel berjudul “Bupati Puput dan Hasan Diduga Cari Cuan Dari Jual Beli Jabatan” di temangopi.com versi PDF nya bisa diundah berikut sumbernya di link tautan dibawah ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *